Selasa, 29 Januari 2008

Seperti Kentut

Buyung;
Eyang.. Eyang..!! Aku baru saja menyumbangkan uang jajanku pada orang miskin.
Semoga amalku kali ini berbuah pahala ya... Pak pendeta bilang, taburlah yang banyak, biar petiknya juga banyak..

Eyang;
Cucuku, hendaknya kamu berbuat amal itu dengan ketulusan, bukan berharap kembali. Kalau kamu mengharap upah dari setiap perbuatan baikmu, lalu apa artinya ketulusan?

Buyung;
Aku kan sudah tulus Eyang... Aku ikhlas kok menyumbang..

Eyang;
Belum le..., kamu belum sepenuhnya tulus apalgi ikhlas..

Buyung;
Lalu seperti apa tulus ikhlas itu Yang??

Eyang;
Seperti kalao kamu kentut, bassss.. busss.. basss.. busss.., itu lho...!
Pasti kamu ndak pingin kentutmu itu diketahui orang banyak,
selanjutnya kamu juga tentu ndak berharap kentutmu itu kembali lagi,
dan yang terakhir, gak sampe 2 menit kemudian paling-paling kamu sudah lupa soal kentutmu tadi... Ya tho??
Naaah... seperti itulah sikap "tulus ikhlas" yang sesungguhnya.... Uhuk...! Uhuk....!! Ngomong-ngomong, kamu kentut yaaa????

Tidak ada komentar: