Buyung pulang sekolah cemberut dan duduk termenung sepanjang siang. Tampaknya seseorang telah menyakiti hatinya hari ini.
Eyang;
Ono opo le???
Buyung;
Tadi Upik ngatain aku pengecut, Eyang.. Gara-gara aku ndak berani manjat pagar sekolah buat ngambil bola yang nyasar ke jalanan.
Eyang;
Buyung cucuku, tahukah kamu, bahwa dibutuhkan keberanian luar biasa bagi seorang pria untuk mengakui bahwa dirinya pengecut? Lebih pengecut mana, pria yang mau mengakui kelemahannya dibanding mereka yang bersembunyi di balik topeng kepalsuan padahal sama-sama takut?
Buyung;
Iya, Eyang, aku engga apa-apa kok... sumpe.. aku ndak apa-apa...
Eyang;
Lha kalo memang ndak apa apa, kenapa bibirmu masih manyun gitu???
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar