Buyung;
Eyang.. Eyang..!! Aku baru saja menyumbangkan uang jajanku pada orang miskin.
Semoga amalku kali ini berbuah pahala ya... Pak pendeta bilang, taburlah yang banyak, biar petiknya juga banyak..
Eyang;
Cucuku, hendaknya kamu berbuat amal itu dengan ketulusan, bukan berharap kembali. Kalau kamu mengharap upah dari setiap perbuatan baikmu, lalu apa artinya ketulusan?
Buyung;
Aku kan sudah tulus Eyang... Aku ikhlas kok menyumbang..
Eyang;
Belum le..., kamu belum sepenuhnya tulus apalgi ikhlas..
Buyung;
Lalu seperti apa tulus ikhlas itu Yang??
Eyang;
Seperti kalao kamu kentut, bassss.. busss.. basss.. busss.., itu lho...!
Pasti kamu ndak pingin kentutmu itu diketahui orang banyak,
selanjutnya kamu juga tentu ndak berharap kentutmu itu kembali lagi,
dan yang terakhir, gak sampe 2 menit kemudian paling-paling kamu sudah lupa soal kentutmu tadi... Ya tho??
Naaah... seperti itulah sikap "tulus ikhlas" yang sesungguhnya.... Uhuk...! Uhuk....!! Ngomong-ngomong, kamu kentut yaaa????
Selasa, 29 Januari 2008
Senin, 28 Januari 2008
Payung dan Es Campur
Mak Eros;
Haduh Eyang, aku ini lagi pussiiiiiiiingg....
Mikirin 2 orang anakku..
Eyang;
Lho.. Lha nopo kok pusing???
Mak Eros;
Lha gimana gak pusing, anakku yang barep kerjanya jualan payung, sedangkan si ragil jualan es campur. Kalao musim kemarau, si barep dagangannya kurang laku karena ndak ada orang beli payung, sedangkan kalau musim penghujan tiba, gantian si ragil yang dagangan es campurnya ndak laku.... Gimana aku gak pusing sepanjang tahun?
Eyang;
Eeealaaah... Mak Eros.. Mak Eros.. dadi wong kok soro nemen..
Kamu itu ndak usah bingung, mestinya bersyukur.. Kalau musim kemarau, anakmu ragil dagangnya es campur laku keras.. sedangkan kalau musim penghujan, giliran anakmu barep yang payungnya laris kan? Kenapa mesti bingung? Harusnya kamu jadi seorang Emak paling heppi sepanjang tahun karena di tiap musim, karena selalu ada saja bisnis anakmu yang laku keras............ Ya tho???
Haduh Eyang, aku ini lagi pussiiiiiiiingg....
Mikirin 2 orang anakku..
Eyang;
Lho.. Lha nopo kok pusing???
Mak Eros;
Lha gimana gak pusing, anakku yang barep kerjanya jualan payung, sedangkan si ragil jualan es campur. Kalao musim kemarau, si barep dagangannya kurang laku karena ndak ada orang beli payung, sedangkan kalau musim penghujan tiba, gantian si ragil yang dagangan es campurnya ndak laku.... Gimana aku gak pusing sepanjang tahun?
Eyang;
Eeealaaah... Mak Eros.. Mak Eros.. dadi wong kok soro nemen..
Kamu itu ndak usah bingung, mestinya bersyukur.. Kalau musim kemarau, anakmu ragil dagangnya es campur laku keras.. sedangkan kalau musim penghujan, giliran anakmu barep yang payungnya laris kan? Kenapa mesti bingung? Harusnya kamu jadi seorang Emak paling heppi sepanjang tahun karena di tiap musim, karena selalu ada saja bisnis anakmu yang laku keras............ Ya tho???
Tuhan Diam Saja?
Suatu hari Eyang dan Buyung pergi ke pasar, dan melihat seorang pengemis tua berdiri di pinggir jalan, tetapi tak seorangpun menghiraukannya. Pengemis tua itu terus meminta dan meminta, tetapi tak satupun orang yang memberi sedekah, kalengnya masih kosong, sementara suaranya terdengar sangat memilukan.
Buyung;
Eyang... lihat kakek itu, kasian sekali...
Eyang;
Orang kaya di puncak gunung tidak pernah kehabisan tamu, tetapi fakir miskin di tengah pasar, tak seorangpun peduli... Dahulu, sekarang, dan selamanya, kondisinya selalu sama...
Buyung;
Tapi Eyang...., mengapa Tuhan diam saja? Mengapa tidak ada pertolongan dari Tuhan? Bukankah Tuhan itu maha pengasih dan penyayang?
Eyang;
Oalah cucuku..... Tuhan sudah bekerja dari tadi semenjak kita pertama kali melihat kakek itu.. hanya kamu saja yang cuek dan menghambat kerjaan Tuhan!
Buyung;
Lho?? Kok bisa??? Kenapa aku???
Eyang;
Kamu cuma berpangku tangan, meributkan soal pertolongan yang jatoh kateplok dari langit, dan menggerutu, mempertanyakan kerja Tuhan...
Apa kamu ndak bisa sekarang ini rogoh kocek, ambil uang, beli nasi bungkus, dan kasih sedekah kepada kakek pengemis itu???
Buyung;
Eyang... lihat kakek itu, kasian sekali...
Eyang;
Orang kaya di puncak gunung tidak pernah kehabisan tamu, tetapi fakir miskin di tengah pasar, tak seorangpun peduli... Dahulu, sekarang, dan selamanya, kondisinya selalu sama...
Buyung;
Tapi Eyang...., mengapa Tuhan diam saja? Mengapa tidak ada pertolongan dari Tuhan? Bukankah Tuhan itu maha pengasih dan penyayang?
Eyang;
Oalah cucuku..... Tuhan sudah bekerja dari tadi semenjak kita pertama kali melihat kakek itu.. hanya kamu saja yang cuek dan menghambat kerjaan Tuhan!
Buyung;
Lho?? Kok bisa??? Kenapa aku???
Eyang;
Kamu cuma berpangku tangan, meributkan soal pertolongan yang jatoh kateplok dari langit, dan menggerutu, mempertanyakan kerja Tuhan...
Apa kamu ndak bisa sekarang ini rogoh kocek, ambil uang, beli nasi bungkus, dan kasih sedekah kepada kakek pengemis itu???
Panjangnya Hidup
Eyang;
Siapa diantara kalian yang tahu, berapa panjang sih hidup manusia itu?
Buyung;
Paling lama 90 tahun Eyang!! Tapi kira-kira 70 tahun udah banyak yang mati...
Eyang;
Hmm.... ternyata kamu belum tahu apa-apa soal hidup manusia..
Ada yang lain?
Tole;
Hari ini masih hidup, besok belum tentu, Eyang!
Eyang;
Hmm.. ya.. ya.. kamu agak mending daripada Buyung.. tapi kamu baru mengerti sedikit saja soal hidup manusia..
Ayo siapa lagi yang mau jawab?
Upik;
Saya, Eyang!
Hidup manusia itu hanya sepanjang satu kali tarikan nafas masuk, dan satu kali hembusan nafas keluar.. Jikalau setelah itu berhenti, maka artinya...... ko'it!
Eyang;
Hahahaha..... akhirnya ada juga yang mengerti!
Kamu benar-benar pintar, Upik!
Siapa diantara kalian yang tahu, berapa panjang sih hidup manusia itu?
Buyung;
Paling lama 90 tahun Eyang!! Tapi kira-kira 70 tahun udah banyak yang mati...
Eyang;
Hmm.... ternyata kamu belum tahu apa-apa soal hidup manusia..
Ada yang lain?
Tole;
Hari ini masih hidup, besok belum tentu, Eyang!
Eyang;
Hmm.. ya.. ya.. kamu agak mending daripada Buyung.. tapi kamu baru mengerti sedikit saja soal hidup manusia..
Ayo siapa lagi yang mau jawab?
Upik;
Saya, Eyang!
Hidup manusia itu hanya sepanjang satu kali tarikan nafas masuk, dan satu kali hembusan nafas keluar.. Jikalau setelah itu berhenti, maka artinya...... ko'it!
Eyang;
Hahahaha..... akhirnya ada juga yang mengerti!
Kamu benar-benar pintar, Upik!
Minggu, 27 Januari 2008
Gini Salah Gitu Salah
Buyung pulang sekolah dengan kedua bola mata lembam seperti Kero Keropi. Hal itu tentunya memancing Eyang untuk menanyainya.
Eyang;
Buyung.. kenapa matamu seperti itu?
Buyung;
(Sambil memicingkan mata mencoba melihat ke arah Eyang)
Ditonjok si Upik, Eyang.....
Eyang;
Ealaaah.. ono opo???
Buyung;
Tadi kan di kelas Buyung duduk di belakang Upik, eeh.. Buyung lihat itu tali beha upik ada melorot di lengan, tapi Upik diam aja... Lalu.. lalu Buyung bantuin benerin dari belakang pake pensil. Tapi Upik malah marah dan tonjok mata kiri Buyung...
Eyang;
Ooo lha bocah gendeng.. lha terus mata yang satu napa?
Buyung;
Yah karena Buyung kira Upik gak suka dibantu benerin itu tali, ya aku balikin lagi itu tali beha ke posisi semula yang melorot... Terus aku ditonjok lagi mata yang kanan..
Eyang;
^@%#*&$(!(#&(!&$*)&^@*&(....!!!!?????
Eyang;
Buyung.. kenapa matamu seperti itu?
Buyung;
(Sambil memicingkan mata mencoba melihat ke arah Eyang)
Ditonjok si Upik, Eyang.....
Eyang;
Ealaaah.. ono opo???
Buyung;
Tadi kan di kelas Buyung duduk di belakang Upik, eeh.. Buyung lihat itu tali beha upik ada melorot di lengan, tapi Upik diam aja... Lalu.. lalu Buyung bantuin benerin dari belakang pake pensil. Tapi Upik malah marah dan tonjok mata kiri Buyung...
Eyang;
Ooo lha bocah gendeng.. lha terus mata yang satu napa?
Buyung;
Yah karena Buyung kira Upik gak suka dibantu benerin itu tali, ya aku balikin lagi itu tali beha ke posisi semula yang melorot... Terus aku ditonjok lagi mata yang kanan..
Eyang;
^@%#*&$(!(#&(!&$*)&^@*&(....!!!!?????
Sabtu, 26 Januari 2008
Poejangga Cinta
Buyung;
Upik. aku mencintaimu sayang.....
Upik;
Mas Buyung tau artinya cinta? Kalao engga tau mending jangan bilang deh!"
Mendengar hal itu, si Buyung langsung pergi ke toko buku, dan membeli Kamus Cinta, karya poejangga cinta kenamaan. Buku itu kemudian dibaca Buyung siang malam, dan setelah beberapa hari, merasa punya cukup bekal pengetahuan cinta, si Buyung kembali menemui Upik.
Buyung;
Upik cintaku, cinta adalah...... sejati.... oh... cinta itu.... aowwwwww...... bla bla bla..."
"PLAKKK...!!!"
Tangan si Upik melayang, dan mendarat dengan sukses di pipi Buyung.
Upik;
Aku engga butuh teori-teori, melainkan bukti (Kata Upik sambil berlalu meninggalkan Buyung).
Buyung yang separuh pipinya memerah berbentuk telapak tangan, kebingungan. Kemudian dia mendatangi Eyang seperti biasa, untuk mengadu dan minta wejangan.
Eyang;
Lho.. ono opo iku pipimu?
Buyung;
Ditempeleng Upik, Eyang... aku sudah beli buku mahal, dan menjelaskan arti cinta.., tapi kok dia ndak suka ya??
Eyang;
Oalaahh cuuk..cukk..., kalo perutmu lapar, apa lantas bisa otomatis kenyang hanya dari mendengarkan cerita indah tentang nasi dan lauk pauk???
Upik. aku mencintaimu sayang.....
Upik;
Mas Buyung tau artinya cinta? Kalao engga tau mending jangan bilang deh!"
Mendengar hal itu, si Buyung langsung pergi ke toko buku, dan membeli Kamus Cinta, karya poejangga cinta kenamaan. Buku itu kemudian dibaca Buyung siang malam, dan setelah beberapa hari, merasa punya cukup bekal pengetahuan cinta, si Buyung kembali menemui Upik.
Buyung;
Upik cintaku, cinta adalah...... sejati.... oh... cinta itu.... aowwwwww...... bla bla bla..."
"PLAKKK...!!!"
Tangan si Upik melayang, dan mendarat dengan sukses di pipi Buyung.
Upik;
Aku engga butuh teori-teori, melainkan bukti (Kata Upik sambil berlalu meninggalkan Buyung).
Buyung yang separuh pipinya memerah berbentuk telapak tangan, kebingungan. Kemudian dia mendatangi Eyang seperti biasa, untuk mengadu dan minta wejangan.
Eyang;
Lho.. ono opo iku pipimu?
Buyung;
Ditempeleng Upik, Eyang... aku sudah beli buku mahal, dan menjelaskan arti cinta.., tapi kok dia ndak suka ya??
Eyang;
Oalaahh cuuk..cukk..., kalo perutmu lapar, apa lantas bisa otomatis kenyang hanya dari mendengarkan cerita indah tentang nasi dan lauk pauk???
Mpok Khalifah
Buyung;
Eyang, aku diejek dan dihina teman-temanku di sekolah
Eyang;
Cucuku, pepatah lama mengatakan, biarkan anjing menggonggong asal si Mpok Khalifah tetap berlalu...
Buyung;
Tapi... Mengapa harus dibiarkan dan berlalu??
Eyang;
Sebab apabila si Mpok Khalifah ikut menggonggong, maka anjingnya nambah jadi 2 ekor.
Eyang, aku diejek dan dihina teman-temanku di sekolah
Eyang;
Cucuku, pepatah lama mengatakan, biarkan anjing menggonggong asal si Mpok Khalifah tetap berlalu...
Buyung;
Tapi... Mengapa harus dibiarkan dan berlalu??
Eyang;
Sebab apabila si Mpok Khalifah ikut menggonggong, maka anjingnya nambah jadi 2 ekor.
Embek, Meong, & Teblung
Buyung;
Eyang... Mengapa manusia yang berkelahi lebih banyak daripada sabung ayam?
Eyang;
Le.., Lee.., jaman sekarang susah cari kerukunan dan ketenangan.
Buyung;
Lalu gimana caranya agar kita bisa rukun dan tenang?
Eyang;
Cucuku, kambing embek-embek, kucing meong-meong, kodok teot teblung, tetapi mengapa embek tak bersaing dengan meong, dan teblung pun tak pernah jadi polisi terhadap embek? Karena hewan pun mengerti untuk tidak mencampuri urusan pihak lain.
Buyung;
Tapi, mengapa manusia bertindak sebaliknya?
Eyang;
Eee.. lha dalah.., itu artinya moral mereka lebih bobrok daripada embek, meong, dan teblung...
Eyang... Mengapa manusia yang berkelahi lebih banyak daripada sabung ayam?
Eyang;
Le.., Lee.., jaman sekarang susah cari kerukunan dan ketenangan.
Buyung;
Lalu gimana caranya agar kita bisa rukun dan tenang?
Eyang;
Cucuku, kambing embek-embek, kucing meong-meong, kodok teot teblung, tetapi mengapa embek tak bersaing dengan meong, dan teblung pun tak pernah jadi polisi terhadap embek? Karena hewan pun mengerti untuk tidak mencampuri urusan pihak lain.
Buyung;
Tapi, mengapa manusia bertindak sebaliknya?
Eyang;
Eee.. lha dalah.., itu artinya moral mereka lebih bobrok daripada embek, meong, dan teblung...
Langganan:
Postingan (Atom)
